Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Maret 2008

Terdiamku Di Sudut Ke Hampaan

Terdiamku di sudut ke hampaanKau berada tepat di depanTapi dekat jarak ini menjadi dinding penghalangKarena tak pernah bisa ku ungkap rasa yang hilangWahai kau wanita yang meluluhkan hatikuKau cairkan hati begitu cepatMengapa hanya hati yang bicaraKau buat hilang logika yang kupunyaKau membuatku tak karuanDalam kehidupan yang telah kususun dengan indahKau datang dengan

Embun Pagi Ceritakan Padanya

Embun pagi ceritakan padanyaAku jatuh cinta lagiTak seindah dulu saat pertama kumencintaKenangan indah dulu masih membekas direlung hatiTak penah dapat kumengertiMengapa bayang mu selalu adaMampukah kubertahanLewati semua yang tengah kualamiMaafkan bila ku mengenangnyaBukan maksud memandingkan dengan dirinyaAku telah mencoba mengubur rasa iniKarena takut menyakiti hati mu

Melunak Mu ?

.adHeadline {font: bold 10pt Arial; text-decoration: underline; color: #1F1F1F;} .adText {font: normal 10pt Arial; text-decoration: none; color: #000000;}mendekap batu ribuan tahun pada dirimu yang menjauhaku mengertia tentang kerasnya engkauyang akan lunak dalam jangka miliartahunlalu kapan aku mendapat kepastian?sebuah jawaban yang menenangkan hatikuyang

Selasa, 22 Januari 2008

Puisi tanpa Judul

melihat wajahmuseakan membunuh perasaan kuperasaan suka terhadap orang lainmelihat senyummuseakan membuat aku hancurhancur tak berdayaaku tak berdayauntuk membenci muaku tak inginmembuang perasaan iniperih rasanyasaat aku mengingat dirimudirimu yang aku sayangaku cinta dan aku rinduaku ingin memelukmumembelaimumengungkapkan perasaan iniperasaan yang selama ini kupendamku pendam jauh dalam lubuk

Sabtu, 12 Januari 2008

Jum'at Kelabu

Kunanti dan menungguKepersiapkan hati ini tuk ungkap perasaan iniDebar jantung ini bermain dan menariSatu, dua, tiga jam waktu berlaluKau yang kudampa tak kunjung berlaluDitempat yang telah kita sepakati tuk berjumpaPikiran ku semakin tak terdugaAkhirnya dari kejauhan kulihat diaDengan wajah hampa dia tibaMawar merah telah kupersiapkan tuk nyaDan kami pun berbincang bersamaDan tiba masa tuk

Hujan Gerimis Jatuh Satu - Satu

Membasahi bumi dengan perlahanWahai wanita pujaankuKau pun datang menyuburkan bunga hati ditamankumimpikan kita tuk bersatudalam hati ini yang ada hanya dirimukau bagai lilin kecilkau terangi gelap hati yang kerdiltak pernah percaya ku temukan kau permatasesuatu yang sangat berhargayang akan selalu kusayangi dan akan kujagakau buat diriku menjadi berhargawahai wanita pujaankutak ada niat ku untuk

Ternyata Hati Ku Tak Bisa Berdusta

Meski ku coba melupakan muTetap tak bisa ku menghapusmuTulus cintaku telah kuberikan padamuKu takan sesali mencintai dirimuWanita terindah pernah jadi mimpikuTak pernah menyesal mengenal dirimuWalau Jalan yang kutempuh tak tertuju padamuMeskipun kini kau kuhindariTapi hatiku tak bisa kupungkiriMaaf ku terlalu mencintaimuKu mencintaimu karena hatiku mencintaimuTelah terukir dirimu dalam

Jumat, 11 Januari 2008

Untuk Calon Istriku Kelak

Ukhti....Jikalau tiba saatnya bertemu...bersabarlah dikau dengan kekuranganku....bersabarlah dikau dengan apa yang tampak sekilas....sesungguhnya aku ini hanyalah seseorang anak adam yangbiasa-biasa saja....yang biasa dipandang sebelah mata....Ukhti....Jika Allah memang memilihku tuk mendampingimu....Kumohon....Hendaklah dikau selalu mengingatkan diriku ini yanglemah ini....Yang mungkin

Minggu, 06 Januari 2008

Puisi Jatuh Cinta Anak Accounting

Wahai Kekasihku...Debetlah cintaku di neraca hatimuKan ku jurnal setiap transaksi rindumuHingga setebal Laporan KeuangankuWahai kekasih hatiku...Jadikan aku manager investasi cintamuKan ku hedging kasih dan sayangmuDi setiap lembaran portofolio hatikuBila masa jatuh tempo tlah tibaJangan kau retur kenangan indah kitaBiarlah ia bersemayam di Reksadana asmaraBerkelana di antara Aktiva dan

Minggu, 16 Desember 2007

Siluet Luka Hati

Terlalu banyakkah aku bermimpi ?Terlalu sakitkah hati ini ?Ku membatu diantara selimut kasihmuKu mencari sela di akhir ceritakuMasihkah Tuhan mau mendengarkanku ?Masihkah aku harus mencari ?Ku berlumur lelah bercampur peluhKuingin menambatkan hatiku hanya kepadamuMengapa hati ini belum bisa menerimamu ?Mengapa hati ini masih penuh ragu ?Mengapa cintamu tak terlalu menyentuhku ?Salahkah aku yang

Terindah Untukmu

Kulihat lembayung cintamuTerulur sejuk diantara panas mentariMenyiram kalbuku yang gersangMemupuk mimpi dalam benakkuIndah dirimu tak terlukisTak tergambar rindu iniKu hanyut dalam angan yang memabukkanMengejar asa yang menggoda riuhLihatlah aku yang berdiri disiniMemandangmu hangatMenyambut cintamu lembutMenanggalkan mimpi bersamamuSendiri ini menghujamku saat tak bersamamuWaktu bermain diantara

Bayanganku

Apa aku diciptakan hanya untuk menangis,DisakitiDan di campakkan ?Ku ingin berarti untuk semua orang Ingin juga dicintaiAku bagai sampah teronggok usang,dipinggir harap yang kosong

Cinta Oh Cinta

Cinta kita bukan berdasarkan Kamu mencintaikuAtau aku mencintaimuTapi karena Allah menuliskan kita untuk saling mencintaiKarena cinta-Nya pada kita dan cinta kita pada-Nya

Deritamu

Ketika relungmu menangis saat duka membelengguEnggan tuk tangiskan takdirTetaplah berdiri di atas derita tak berakhirYakinlah di sana ada bahagia menantimu

Mencintaimu

Orang yang mencintaimu,Adalah orang yang membawakan hal terbaik untukmuJika kamu ingin dicintaiCintailah orang lain dan Jadilah orang yang dapat dicintai

Sabtu, 15 Desember 2007

Titip hati

Kutitipkan hati ini padamuJaga baik2 ya.......Jangan sampai tergoresKarna goresannya akan melukaiDan lukanya akan membekasApalagi sampai jatuh dan hancurKarna kehancuran tak mungkin dapat disatukanBegitu juga dengankuAkan kujaga hatimu baik2Semoga tak akan pernah terlukaDan tak akan pernah tersakitiIngatkan aku jika sudah mulai lalai menjaganyaSemoga akan semakin berkilauDan tak akan pernah pudar